Senin, 02 November 2009

PRODUK DAN JASA

Sebagian besar LKM menyediakan semacam intermediasi sosial terutama sekali jika mereka bekerja sama dengan kelompok. LKM dapat menawarkan bermacam-macam produk dan jasa bagi para pelanggan mereka. Yang paling penting dalah jasa keuangan. Namum demikian, oleh karena sifat pelanggan sasaran LKM wanita dan pria miskin tanpa aset yang dapat diraih, yang sering kali tinggal di daerah terpencil dan besar kemungkinan buta huruf LKM tidak dapat beroperasi seperti kebanyakan lembaga keuangan yang formal. Intermediasi finansial biasa, pada umumnya tidak cukup membantu mereka untuk mengambil bagian, dan karena itu LKM perlu menciptakan mekanisme yang dapat menjembatani kesenjangan yang tercipta oleh kemiskinan, buta huruf, jenis kelamin dan keadaan terpencil. Lembaga-lembaga setempat harus dibangun dan dipelihara, dan keterampilan dan kepercayaan pelanggan baru harus dikembangkan.


Kerangka Kerja Sistem

Pendekatan sistem memungkinkan kita melihat masing- masing lembaga yang terlibat dalam proses intermediasi sebagai tempat berkelanjutan yang tersendiri ketika kita sedang menilai kelangsungan hidup komersial dari seluruh sistem. Bilamana berkenaan dengan menutup biaya penyediaan jasa didalam kerangka kerja sistem, masing-masing lembaga mungkin memiliki perspektif berbeda. Untuk lembaga keuangan formal dan organisasi ke anggotaan maka keuangan berkelanjutan adalah tujuan yang sangat penting. Meskipun diharapkan berjalan secara efisien dan mampu menutup biaya mereka sebanyak mungkin. LSM tidak diharapkan menghasilkan laba. Secara kas mereka bekerja untuk menyampaikan jasa keuangan kepada suatu kelompok sasaran yang sebelumnya gagal dipenuhi oleh “pasar”

Didalam kerangka kerja sistem ada 4 katagori jasa secara luas yang dapat disediakan untuk para pelanggan keuangan mikro:
1. Intermediasi finansial, atau penyediaan produk dan jasa keuangan seperti tabungan, kredit, asuransi, kartu kredit dan sistem pembayaran.
2. Intermediasi sosial, atau proses pengembangan modal manusia dan sosial yang dibutuhkan oleh intermediasi finansial berkelanjutan bagi masyarakat miskin.
3. jasa pengembangan usaha, atau jasa non-keuangan yang membantu pengusaha mikro.
4. layanan sosial, atau jasa bukan keuangan yang memusatkan perhatian pada kesejahteraan pengusaha mikro.

Tingkatan penyediaan masing-masing jasa atau layanan oleh LKM bergantung pada pendekatan yang ditempuh, apakah “minimalis” atau “utuh.”



Beberapa pendekatan keuangan mikro

Sebagai berikut informasi tentang beberapa pendekatan keuangan mikro yang paling terkenal. Pendekatan yang disajikan adalah :
1. Pemberian kredit individu diartikan sebagai penyediaan kredit kepada perseorangan yang bukan anggota kelompok yang bersama-sama bertanggung jawab untuk pembayaran kembali kredit

2. Pemberian kredit solidaritas Grameen Bank diperuntukan untuk melayani para wanita pedesaan yang tidak memiliki tanah yang ingin membiayai kegiatan yang menghasilkan pendapatan.

3. Pemberian kredit kelompok solidaritas Amerika Latin memberikan kredit ke per-seorangan anggota kelompok dari 4 sampai dengan 7 orang.

4. Perbankan desa merupakan asosiasi kredit dan tabungan yang dikelola komunitas untuk menyediakan akses atas jasa keuangan didaerah pedesaan, membangun kelompok mandiri komunitas, dan membantu para anggota menghimpun tabungan

5. Bank pedesaan mandiri didirikan dan dikelola oleh komunitas desa. Mereka berbeda dengan bank desa dimana mereka melayani kebutuhan desa secara menyeluruh, tidak hanya kelompok dari 30 sampai dengan 50 orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar